Tag: desa.id

  • Agar website desa lebih dikenal di Internet

    Agar website desa lebih dikenal di Internet

    Untuk meningkatkan keterkenalan website desa di internet, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, antara lain:

    1. Optimasi SEO (Search Engine Optimization): Optimasi SEO bertujuan untuk membuat website lebih mudah ditemukan oleh mesin pencari, seperti Google. Cara optimasi SEO yang dapat dilakukan antara lain dengan memperbaharui konten secara teratur, menambahkan kata kunci yang relevan di dalam konten website, serta memperhatikan struktur website.
    2. Promosi di media sosial: Media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter dapat digunakan untuk mempromosikan website desa. Cara promosi di media sosial yang dapat dilakukan antara lain dengan membuat halaman atau akun media sosial untuk website desa, serta memposting konten-konten menarik yang terkait dengan website desa.
    3. Mencantumkan link website di situs-situs lain: Mencantumkan link website desa di situs-situs lain yang terkait dengan desa tersebut atau yang memiliki audiens yang sesuai dengan tujuan website desa dapat membantu meningkatkan traffic ke website tersebut.
    4. Mencantumkan link website di email signature: Mencantumkan link website desa di signature email yang dikirim ke orang-orang yang terkait dengan desa tersebut dapat membantu meningkatkan traffic ke website tersebut.
    5. Mengadakan kegiatan-kegiatan di luar website: Mengadakan kegiatan-kegiatan di luar website seperti seminar, workshop, atau lokakarya yang terkait dengan website desa dapat membantu meningkatkan keterkenalan website tersebut.

    Dengan melakukan optimasi SEO, mempromosikan website di media sosial, mencantumkan link website di situs-situs lain, mencantumkan link website di emai / surat desa / baleho / pamflet , serta mengadakan kegiatan-kegiatan di luar website, diharapkan website desa dapat lebih dikenal di internet.

  • GUS HALIM: DIGITALISASI DESA HARUS DIIMBANGI LITERASI DIGITAL

    GUS HALIM: DIGITALISASI DESA HARUS DIIMBANGI LITERASI DIGITAL

    BELITUNG – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar terus mendorong pemanfaatan teknologi digital di level desa. Digitalisasi di level desa ini juga harus diimbangi peningkatan literasi digital dari warga desa.
    “Pengembangan desa berbasis digital sangat penting mengingat penetrasi internet saat ini begitu luar biasa. Kendati demikian digitalisasi di level desa ini harus diimbangi dengan literasi digital  yang memadai karena ada banyak dampak negatif penggunaan gadget berbasis internet,” ujar Menteri Abdul Halim Iskandar, saat meresmikan desa digital di Desa Air Seruk, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Bangka Belitung, Sabtu (20/11/2021).
    Dia mengatakan, pengembangan teknologi digital di desa penting dilakukan untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Menurutnya berbagai layanan administrasi desa akan lebih mudah dilakukan jika berbasis digitalisasi. “Teknologi digital yang ada tak hanya digunakan untuk mempermudah pemerintahan desa dalam mengakses informasi terkait warga, namun juga memberikan kemudahan bagi warga untuk mengakses informasi desa seperti realisasi penggunaan dana desa dan Anggaran Belanja dan Pendapatan Asli Desa (APBDes),” katanya.
    Gus Halim-sapaan akrab Menteri Abdul Halim Iskandar-menilai selain untuk mempermudah layanan publik, digitalisasi di level desa juga bisa digunakan untuk mempercepat gerak ekonomi desa. Saat ini desa-desa di Indonesia telah banyak mempunyai produk unggulan baik dalam bentuk barang dan jasa. Dengan adanya digitalisasi di level desa, pemasaran produk unggulan tersebut bisa dilakukan dengan mudah. “Saat ini jika Anda membuka market place, banyak sekali toko online BUMDes yang memasarkan produk pertanian, kerajian hingga layanan desa wisata. Ini tentu perkembangan yang sangat mengembirakan. Desa Air Seruk harus memanfaatkan digitalisasi desa ini untuk mengembangkan layanan publik hingga memasarkan produk unggulan yang ada,” katanya.
    Gus Halim mengungkapkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah menyediakan sebuah aplikasi untuk membantu promosi wisata desa di seluruh Indonesia. Aplikasi tersebut, kata Gus Halim, akan menjadi wadah promosi bagi Badan Usah Milik Desa (BUMDes) yang memiliki unit usaha wisata desa. “Ribuan (wisata desa) ini akan masuk ke dalam aplikasi desa wisata yang telah disiapkan Kemendes (Kemendes PDTT). Dengan begitu desa wisata kita akan dikenal di seluruh Indonesia bahkan dunia,” ujarnya.
    Kendati demikian, lanjut Gus Halim ada dampak-dampak negatif yang harus diantisipasi seiring digitalisasi di level desa. Akses informasi yang cepat dan hampir tidak ada batas sering memunculkan berbagai gejolak tak perlu. Terkadang warga desa menelan mentah-mentah berbagai informasi yang masuk ke gadget mereka, padahal informasi itu bagian dari hoax. “Literasi digital menjadi pekerjaan rumah tersendiri agar warga tidak terpancing dengan dampak negatif digitalisasi seperti maraknya berita hoax maupun rayuan pinjaman online ilegal,” katanya.
    Bupati Belitung, Sahani Saleh mengatakan, Desa Air Seruk adalah pilot project pengembangan desa di Belitung.  aMenurutnya, desa tersebut istimewa karena dikenal sebagai desa pejuang, yang pernah menjadi titik lokasi perang antara masyarakat Belitung dan Belanda.
    Di samping itu, Sahani Saleh juga mengatakan bahwa desa tersebut memiliki nilai toleransi yang tinggi. Terbukti, desa yang memiliki warga dengan ragam latar belakang agama dan organisasi kemasyarakatan tersebut selalu berjalan harmonis tanpa adanya perselisihan.
    “Di sini setiap tahun kita peringati hari perlawanan rakyat Belitung untuk mengenang tragedi tersebut (perang melawan Belanda). Ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada generasi muda tentang bagaimana kehidupan  bangsa negara dimulai dari sejarah,” terangnya.
    Foto: Wening/Humas Kemendes PDTT
    Teks: Novri/Humas Kemendes PDT
  • 7 Contoh Website Desa Keren

    7 Contoh Website Desa Keren

    Memiliki website desa kini menjadi sebuah keharusan. Sebagai media informasi dan promosi potensi dan pembangunan di desa. Buat bapak bapak yang sedang mencari contoh website desa. Berikut beberapa contoh website desa yang kami buat untuk beberapa daerah di Indonesia.

    1. Desa Sawojajar Lampung Utara – Lampung

    2. Sidomulyo – Tabang Kutai Kartanegara – Kalimantan Timur

    3. Naga – Halmeraha Maluku Utara

    4. Wonomarto – Lampung Utara – Lampung

    5. Dwiwarna – Banda Maluku Tengah

    6. Lautang – Banda Maluku Tengah

    7. Kuta -Pemalang Jawa Timur

     

  • Cara Mengurus Domain Desa.ID

    Cara Mengurus Domain Desa.ID

    Domain desa.id berbeda dengan domain biasa seperti .com .net .co.id ataupun .id yang bisa dibeli di penjual domain dan hosting swasta. Domain desa.id merupakan bagian dari layanan Kementrian Komunikasi dan Informatika. Untuk tahun pertama gratis dan tahun kedua sebesar Rp.55.000 saja. Anda bisa mengurusnya dengan membuat domain pns.mail terlebih dahulu.

    1. Kunjungi website https://layanan.kominfo.go.id/
    2. Daftarkan email anda seperti gmail dan yahoo
    3. Sebelum mengajukan permohonan domain desa.id anda harus membuat email pns.mail yang syaratnya adalah : – KTP Pemohon, Surat Pengangkatan Pegawai Desa, dan mengisi data selengkapnya.

    Setelah itu tunggu prosesnya sampai pns mail atas nama anda dibuat. Contohnya seperti ini [email protected]. Setelah selesai anda bisa login ke https://layanan.kominfo.go.id/login   dengan email pns mail tersebut. Oia meskipun anda bukan Pegawai Negeri Sipil anda masih bisa membuatnya sebagai aparatur desa.

    Jika sudah login di sana ada pilihan domain yang kemudian anda bisa klik untuk pengajuan domain desa. Syarat yang anda penuhi adalah :

    -Surat Kuasa dari kades,

    -SK Kepala Desa,

    -SK Aparat Desa yang Memohon,

    -KTP Kepala Desa / Dan KTP Pemohon

    -Surat Permohonan Domain

    Lengkapi semua syarat dengan baik dan lengkap. Jadikan dalam bentuk pdf atau foto yang disusun rapi. Usahakan ukuran file tidak besar atau sesuai syarat maksimal yakni sekitar 240 KB.

    Jika telah selesai tunggu proses dari pihak kominfo. Jika ada data yang salah atau kurang segera lengkapi agar proses bisa cepat selesai. Biasa lamanya antara seminggu atau lebih. Jika anda mengalami kesulitan silahkan menghubungi kami siap membantu anda membuat website desa anda.

  • Domain Resmi Untuk Website Desa

    Domain Resmi Untuk Website Desa

     

    Banyak desa mulai mengenal dan membuat website untuk desanya. Namun banyak yang belum begitu mengerti bahwa website desa memiliki domain tersendiri. Domain adalah extention akhiran dibelakang identitas web. Seperti .com .net .co.id .id. Dan Untuk desa tersendiri adalah .desa.id

    Awal mulanya pada tahun 2013 muncullah gelaran event Festival DesTIKa, kemudian pada DesTIKa kedua tahun 2014 muncul kegiatan penganugerahan “DesTIKa desa.id Awards” dan melahirkan gerakan #1000webdesa dengan domain desa.id gratis pada 2013-2014 dengan lebih dari 2.000 desa penggunanya.

    Pemerintah, melalui Permenkominfo No. 5 Tahun 2015 kemudian mengambilalih pengelolaan domain desa.id, mengakuinya menjadi domain instansi penyelenggara setara dengan go.id, mil.id dan .id milik pemerintahan Republik Indonesia. Sejak saat itu, pendaftaran dan pengelolaan domain desa.id dilayani oleh Registrar domain pemerintah.

    Untuk mengurusnya anda bisa mengunjungi https://layanan.kominfo.go.id anda sebelumnya harus membuat akun di sana. Siapkan email anda dan persyaratan yang ditentukan seperti berikut :

    Sesuai dengan Permen Kominfo Nomor 5 Tahun 2015 terkait pendaftaran domain .go.id untuk Surat Permohonan tidak diperbolehkan ditandatangani oleh seorang Plt. Sekretaris Instansi harus seorang Sekretaris Instansi.

    Sesuai dengan Permen Kominfo Nomor 5 Tahun 2015 terkait pendaftaran domain .desa.id Surat Permohonan tidak diperbolehkan ditandatangani oleh seorang PJ. Kepala Desa.

    Demikian artikel tentang domain desa.id untuk anda yang mengalami kesulitan dalam kepengurusan dan pembuatan website silahkan menghubung kami. Harganya terjangkau kok.